Setelah semua Nota Kwitansi dalam satu Trip telah dilakukan proses pembayaran dengan status Lunas. Maka Anda sudah bisa menghitung insentif dan menginput-nya ke Data Insentif untuk masing-masing petugas, sesuai dengan pembagian insentif yang telah ditentukan.

  • Silahkan Anda masuk ke laman INPUT INSENTIF PER TRIP (Navigasi: Insentif > Input Insentif per Trip).
  • Untuk memulai mengecek perhitungan dan menginput insentif penjualan per trip ini adalah dengan mengeklik icon folder pada sisi sebelah kanan kolom Trip. Maka, pop up Tabel Daftar Trip Kiriman akan muncul. Silahkan pilih daftar Trip Kiriman yang di inginkan untuk dihitung dan di simpan insentifnya. Untuk mempermudah pencarian, silahkan gunakan kolom Search yang terdapat diatas tabel Daftar Trip Kiriman dengan mengetik No. Trip yang dimaksud. Silahkan Klik No. trip yang muncul untuk dipilih, maka data pada kolom No. Trip, Tanggal, Kategori Penjualan, Cabang dari data Trip Kiriman tersebut akan terisi otomatis. Disini, untuk Kategori Penjualan Grosir HP dan Online HP, akan muncul kolom tambahan, yaitu kolom Operasional Kiriman.
  • Silahkan isi kolom Operasional Kiriman dengan jumlah nilai operasional yang dihabiskan untuk Trip Kiriman tersebut pada pengiriman yang dilakukan. Alasan mengapa Kategori Penjualan Grosir HP atau Online HP harus mengisi Operasional Kiriman adalah karena kategori penjualan tersebut menggunakan harga dasar HP (Harga Pokok), sehingga beban operasional kiriman akan dimasukan dalam perhitungan insentif penjualan.
  • Setelah semua kolom terisi, silahkan klik tombol Hitung. Maka sistem akan menghitung otomatis insentif penjualan dan pendapatan kotor, sesuai dengan Kategori Penjualan pada Trip Kiriman
  • Untuk menyimpan insentif, silahkan klik tombol Simpan Insentif.

Setelah tombol Simpan Insentif di klik, maka:

  • Pembagian insentif pada Trip Kiriman tersebut akan masuk ke Laman DATA INSENTIF (Navigasi: Insentif > Data Insentif) dan menambah Saldo Insentif ke masing-masing petugas.
  • Nilai Penjualan dan Omset dari Trip Kiriman tersebut akan masuk ke laman DATA OMSET (Navigasi: Laporan > Data Omset).
  • Pendapatan kotor dari Trip Kiriman tersebut akan masuk ke laman DATA LABA RUGI (Navigasi: Laporan > Data Laba Rugi).
  • Daftar barang yang terdaftar pada Trip Kiriman tersebut akan masuk pada Sistem Investasi dan Bagi hasil khusus untuk Projek Pengadaan Barang.
  • Membuka juga laman Print Preview dari Data Perhitungan Insentif per Trip tersebut.¬†Silahkan pilih salah satu Tombol Print / Excel / PDF jika Anda ingin mencetak ataupun mengeksport file dari data perhitungan insentif pada Trip Kiriman tersebut.
  • Trip Kiriman yang telah disimpan insentif, tidak akan muncul kembali, untuk dipilih saat proses Input Insentif per Trip. Agar tidak terjadi dobel input.
  • Status Insentif pada laman DAFTAR TRIP KIRIMAN (Navigasi: Trip Kiriman > Daftar Trip Kiriman) akan berubah dari Belum Masuk menjadi Sudah Masuk.

Bagaimana bila tombol Simpan Insentif tidak dapat di klik ?

Tombol Simpan Insentif ini tidak akan berfungsi jika salah satu Nota Kwitansi dalam satu Trip ada yang belum lunas atau belum di Proses Pembayarannya.

  • Jika ada Nota Kwitansi yang belum di proses pembayarannya, maka harus diproses dulu untuk pembayarannya pada laman PROSES PEMBAYARAN (Navigasi: Pembayaran > Proses Pembayaran) sebelum bisa untuk di simpan insentifnya.
  • Untuk mengecek Nota Kwitansi mana yang belum melakukan pembayaran, Anda bisa mengecek pada Tabel Data Penjualan Barang dengan cara mengeklik icon panah atas bawah disebelah kanan tulisan Admin (K) pada nama judul kolom. Ketika Anda klik icon tersebut, maka pada daftar kolom Admin (K) tersebut akan muncul (pada bagian atas) baris yang belum ada isinya. Baris Kolom yang kosong tersebut, menandakan bahwa Nota Kwitansi tersebut belum di Proses Pembayaran oleh Admin Keuangan.
  • Jika Nota Kwitansi belum lunas tersebut disebabkan karena konsumen belum melakukan pembayaran, atau status pembayarannya: Tempo / Titip, tapi Anda ingin tetap menyimpan insentif tersebut khusus Nota Kwitansi yang sudah bayar lunas saja, maka khusus Nota Kwitansi yang belum melakukan pembayaran, harus di Proses Pending terlebih dahulu.
  • Untuk Proses Pending Nota Kwitansi tersebut, Anda bisa membuka laman DAFTAR TRIP KIRIMAN (Navigasi: Trip Kiriman > Daftar Trip Kiriman). Silahkan Cari No. Trip yang berisi Nota Kwitansi yang ingin di Proses Pending pada Tabel Daftar Trip Kiriman. Untuk mempermudah pencarian, silahkan gunakan kolom Search pada bagian atas sebelah kanan Tabel Daftar Trip Kiriman, dengan mengetik Trip yang ingin dicari.
  • Setelah Trip Kiriman yang dimaksud muncul, silahkan klik tombol Lihat Rincian. Maka akan muncul Pop Up Tabel Daftar Nota Kwitansi pada Trip Kiriman tersebut. Silahkan cari Nota Kwitansi yang ingin di Proses Pending. Setelah ketemu, silahkan klik tombol Pending pada kolom Tindakan.
  • Setelah Anda mengeklik tombol Pending pada kolom Tindakan tersebut, maka Nota Kwitansi tersebut akan masuk ke Daftar Trip Kiriman Pending (TP-xxxxxxxxxP).
  • Trip Kiriman Pending ini bisa diproses Simpan Insentif setelah Nota Kwitansi yang terdaftar pada Trip Kiriman tersebut telah di Proses Pembayaran Lunas.
  • Setelah Nota Kwitansi yang belum melakukan Proses Pembayaran telah di Proses Pending Ke Trip Kiriman Pending, maka Trip Kiriman Utama dapat dilakukan proses Input Insentif per Trip. Karena semua Nota Kwitansi yang terdaftar pada Trip Kiriman tersebut sudah dipastikan Lunas semua.

Bagaimana menentukan Operasional Kiriman, jika dalam satu keberangkatan Trip Kiriman terdiri dari beberapa kategori penjualan trip?

Untuk Trip Kiriman dengan kategori penjualan Grosir HP dan Online HP, Anda diharuskan untuk mengisi kolom Biaya Operasional Kiriman. Ini berlaku jika Anda melakukan penjualan dengan patokan harga dasar menggunakan Harga Pokok (HP) dan beban operasional kiriman di isi sesuai dengan biaya riel yang dihabiskan dalam sekali Trip Kiriman tersebut.

Selain itu, Operasional Kiriman ini dibebankan, jika Anda menggunakan sistem penjualan gratis ongkir, atau harga jual sudah termasuk ongkir sampai lokasi. Ini biasanya terjadi jika Anda menjalankan bisnis Perdagangan Distributor / Grosir.

Dengan menerapkan potongan Operasional Kiriman diawal untuk selisih penjualan yang dihasilkan, maka pembagian insentif petugas serta bagi hasil untuk investor dan pendapatan perusahaan bisa sesuai dengan fakta riel dilapangan (pembagian lebih transparan).

Sebagai contoh:

Jika dalam satu Trip Kiriman ada 2 kategori penjualan trip, yaitu: Trip Stokis dan Trip Grosir HP. Dimana Operasional pengiriman habis Rp 2.000.000,-.

Maka untuk membagi operasional kiriman pada masing-masing kategori penjualan trip ini adalah dengan melihat jumlah omsetnya.

Misal Total omset dalam satu Trip Kiriman tersebut adalah Rp 50.000.000,- Dimana omset kategori penjualan trip Stokis adalah Rp 40.000.000,- dan omset kategori penjualan trip Grosir HP adalah Rp 10.000.000,-

Rumus yang dipakai adalah: Omset kategori Penjualan Trip / Total Omset kategori Penjualan Trip * Biaya Operasional Kiriman.

Jadi:

  • Biaya Opersional Kiriman untuk kategori penjualan Trip Stokis adalah 40.000.000/50.000.000 * 2.000.000 = Rp 1.600.000,-
  • Biaya Opersional Kiriman untuk kategori penjualan Trip Grosir HP adalah 10.000.000/50.000.000 * 2.000.000 = Rp 400.000,-
Kirim Tutorial ini via Whatsaap

Tutorial lain yang mungkin Anda cari: